Kamis, 2009 April 16

GOR KOTA BEKASI KEMBALI MENGUNING

Laporan dari Kampanye Terbuka Putaran Terakhir Partai GOLKAR


Bekasi, dobeldobel dot com
GOR kembali menguning saat kampanye terbuka putaran akhir bagi Partai Golkar ini dilaksanakan. Perhelatan besar yang mengundang massa kader partai berlambang phon beringin ini hampir membludak berjumalah tak kurang dari puluhan ribu orang yang hadir.

Acara kampanye terbuka partai besar yang sebelumnya juga diselenggarakan di Gedung Olah Raga Kota Bekasi ini, kali ini mengundang langsung Ketua Umum, Jusuf Kalla. Bila pada kampanye terbuka putaran pertama Bappilu DPD Golkar Kota Bekasi berhasil menghadirkan Prof. Dr. Muladi,SH. maka perhelatan Minggu, 5 April 2009 ini suasana semakin kental dengan kehadiran sang Wakil Presiden yang tengah cuti ini.

Menurut H. Aartje Loppies, caleg DPR RI dapil Kota Bekasi dan Kota Depok sekaligus pemrakarsa pesta akbar di Kota Bekasi, Ketua Umum Jusuf Kalla, benar-benar sangat susah untuk meluangkan waktunya untuk berorasi politik di daerah-daerah. Tapi berkat usaha dan jerih payahnya meyakinkan DPP, maka agenda acara Yusuf Kalla bisa dipindahkan untuk berkampanye secara langsung kepada para pendukungnya di Kota Bekasi, sekalipun harus mengorbankan DPD-DPD lainnya. Itupun Yusuf Kalla hanya bisa hadir dalam waktu singkat, sehingga usai acara akbar tersebut, JK dan beberapa pengurus DPP kembali meluncur ke Bogor.

Dalam acara yang terbilang cukup besar itu karena dimeriahi Asep Idol dan artis ibukota dengan panggung raksasa senilai 50jt rupiah itu, sistem pengamanan yang sangat protokoler tak mengurangi kemeriahan pesta demokrasi. Apalagi para pengunjung yang lumayan tertib, sekalipun dalam cuaca terik panas matahari mereka sempat berteriak minta disiram air. Maka satuan unit pemadam kebakaran menyemprotkan setengah ton air ke tengah kerumunan massa pendukung Golkar di depan panggung selama pertunjukan musik berlangsung.

Acara yang dipimpin oleh MC, Jejen, komedian televisi ini memang terasa kental dengan nuansa kuning. Bahkan para artis yang beberapa orang berbalut busana berwarna putih sepertinya lenyap dalam warna dominan kuning tata layout panggung yang backdropnya bergambar sang calon presiden partai Golkar, Jusuf Kalla dan Wakil Walikota Kota Bekasi, H. Rustam Effendi, S.Sos, MM. Acara itu sangat padat dihadiri para caleg dan petinggi partai Golkar bahkan juga dari DPW Jabar sempat hadir, karena kapan lagi waktunya bertemu dengan Ketua Umum dan juga Wakil Presiden RI seumur hidup? tukas H. Aartje Loppies.

H. Zulkarnaen Jabar, caleg DPR RI no.1 dapil Kota Bekasi dan Kota Depok yang juga hadir di tengah acara tersebut, tampak asik berjoget saat pertunjukan musik berlangsung menanti kedatangan sang Ketua Umum. Para caleg dan tokoh Partai Golkar yang hadir lainnya diperkenalkan oleh H. Rustam Effendi, SSos, MM, Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, setelah ia berorasi membakar semangat dengan gaya khasnya mengangkat sebelah tangan ke atas. Wakil Walikota yang akrab dipanggil Bang Pepen ini memang khusus hadir dalam acara ini, yakni dengan mengendarai motor gedenya Harley Davidson bernomor seri L, dan membonceng istrinya.

Saat pembukaan acara bang Pepen memperkenalkan para calon anggota dewan mulai dari H. Zulkarnaen Jabar, H. Aartje Loppies, Dra. Hj. Tatti Ruswartati dan caleg DPRD Provinsi seperti H. Dr. Agus Suparman, SE. kemudian juga caleg DPRD Kota Bekasi, seperti H. Yusuf Nasih, SSos, MM yang juga Ketua DPRD Kota Bekasi.

Kampanye terbuka kedua ini terbilang berjalan sukses dan lancar, dengan diawasi satuan brimob Polres Metro Kota Bekasi dan beberapa ormas underbow Golkar seperti AMPG. Bahkan sempat pula hadir ormas seperti FBR (Forum Betawi Rempug), yang sempat hendak menerobos masuk karena keinginan mereka mengamankan panggung dan kehadiran sang wapres, Jusuf Kalla.

H. Yusuf Nasih, Caleg DPRD Kota Bekasi berkomentar saat di tengah acara berlangsung, "Acara ini memang dikawal dengan cukup ketat, seperti yang anda lihat kan di pintu masuknya itu!" ujarnya menunjukkan pintu masuk yang dijaga beberapa satuan khusus pengamanan dari Paswalpres dan Satuan Khusus Pengamanan Walikota yang berpakaian serba hitam. Tanpa disadari oleh banyak orang, satuan khusus penembak jita juga ditempatkan di daerah-daerah titik strategis untuk mengamankan acara demi mengantisipasi segala kemungkinan, dimana mereka baru tampak terlihat secara umum setelah usai acara.

H. Zulkarnaen Jabar, MA. juga mengkomentari bahwa kampanye terbuka kali ini pastinya akan diperkirakan sangat meriah, karena setiap caleg dan para pendukungnya sudah dikonfirmasi akan kehadiran Jusuf Kalla. Itulah sebabnya persiapan keamanan demi terselenggaranya acara sangat diperhitungkan sesuai protokoler yang berlaku. Caleg DPR RI yang sempat berjoget sepanggung dengan para caleg lainnya ini memang tampak sangat bersemangat dan antusias melihat banyaknya massa pendukung yang hadir. Ia bahkan membawa lebih dari 300-an orang pendukung yang membawa atribut-atribut kampanye bertuliskan nama dan gambar dirinya. Tak kurang puluhan orang yang mengiringi mobil mewahnya setiba di panggung di tengah lapangan GOR, sama seperti halnya Aartje Loppies dengan Tiger Boxernya yang dipenuhi leaflet biodata diri sang caleg.

Acara tersebut dihadiri caleg-caleg seperti Dr. H. Agus Suparman, SE, MM, H. Yusuf Nasih, SSos, MM, H. Abdul Hadie, Drs. H. Rosihan Anwar, Tunggul Simatupang, Sugeng Wijaya, Muhammad Ikhsan Nurjamil, Prayitno Salim, H. Roy Akhyar, H. Achyat Supriyadi, Tamimah Hr. S.Ag, H. Suherman, SH., Drs. Erwin Bahrudin, Isomudin Banjar, SH. Hj. Supriantini, Drs. Abdul Hadie, MM. Safei, Iqbal Daut, SH. Nining Laily Hadi, SPd. H. Heri Budi Susetyo, SE. MM, Drs. M. Yakum, Syafrudin Merin, AMd.

Sidik Rizal & Dian Purnama Putra
READ MORE - GOR KOTA BEKASI KEMBALI MENGUNING

Minggu, 2009 Maret 29

H. Budi Purnomo, Caleg Hanura No. 6 DPRD Kota Bekasi, dapil Bekasi Barat & Medan Satria

Peduli Anak Yatim Bukan Karena Kampanye

Bekasi, dobeldobel.com
Apa yang dilakukan oleh sebagian besar caleg pada masa kampanye memang sungguh jadi perhatian banyak orang, khususnya Panwaslu. Bahkan tidak sedikit yang melakukan hal-hal sepele yang terkadang bisa mengundang Panwaslu untuk mempermasalahkan, bahkan bisa dikategorikan sebagai pelanggaran kampanye pemilu.

Hal ini pun sangat dicermati oleh caleg Hanura, untuk DPRD Kota Bekasi, H. Budi Purnomo. Jauh-jauh hari sebelum masa kampanye terbuka diberikan, H. Budi sudah melakukan sosialisasi dengan menemui masyarakat langsung ke rumah-rumah mereka. Karena kepeduliannya pada anak yatim begitu besar, sesuai dengan amanah perintah agama yang dicontohkan Nabi Muhammad s.a.w untuk mencintai anak yatim, H. Budi rela untuk menyambangi mereka sekalipun harus berjalan kaki.

Pergi ke pelosok-pelosok perkampungan dan perumahan dimana di situ ada anak yatim, ayah 3 orang anak ini sengaja mencari mereka. Padahal kalo mau diteliti, tidak ada satupun anak yatim yang dia santuni sudah masuk kategori usia pemilih. Jadi jelas ia tidak sedang melakukan kampanye, demikian ungkapnya kepada dobeldobel.com.

Dan lagi apa yang bisa dikategorikan kampanye terselebung dan bisa membuat Panwaslu menganggapnya sebagai pelanggaran kampanye? Momentum yang dia ambil adalah 10 Muharram H, dimana sudah dikenal banyak pada tanggal hijriah itu adalah sebagai lebarannya anak yatim. Kepeduliannya kepada anak yatim itulah yang mendorongnya untuk lebih mengenal masyarakat di tingkat bawah. Dan lagi menjelang masa kampanye terbuka ia memang harus lebih mengetahui situasi dan kondisi di lapangan, terutama daerah-daerah pemilihannya yang nantinya ia akan menjadi wakil rakyat untuk mereka.

Langsung ataupun tidak manfaat yang akan dia terima atas perolehan suara yang mendukung ia, hanyalah anak yatim yang menjadi pusat perhatiannya. Masalah ia mencalegkan diri, itu juga karena masanya yang memang memungkinkan ia harus terjun ke dunia politik sekarang ini.

"Kalau dulu, pada masa pemilu hanyalah memilih caleg partai yang tidak begitu dikenal dan berhubungan secara langsung, maka pada pemilu 2009 inilah saya mau terjun dan berpartisipasi." ujarnya bersemangat. Baginya pemilu-pemilu sebelumnya dia hanya sempat mendukung satu partai yakni Golkar, itu pun karena istrinya adalah seorang pegawai negeri, sementara dirinya adalah seorang pengusaha kontraktor swasta.

Caleg yang mempunyai pupil mata abu-abu kebiruan ini, juga menyayangkan dengan adanya caleg-caleg yang melakukan pembagian sembako dan kemudian dipermasalahkan oleh Panwaslu (tingkat kecamatan di wilayahnya) melempar batu sembunyi tangan. Diapun menegaskan, jelas beda sekali apa yang dilakukan kepada para anak yatim, adalah kepedulian yang tidak berdampak langsung, karena anak yatim biasanya bukanlah calon pemilih (konstituen) bila dilihat dari usianya yang memang belum masuk umur pemilih. Sedangkan caleg-caleg yang memberikan sembako, sepertinya memang tidak mendidik masyarakat karena mereka jadi sangat amat tergantung dengan pemberian sumbangan sembako dari para caleg. Apalagi jelas-jelas sang caleg memberikan sembako dengan cara menukarkan kupon yang ada atribut partai dan foto sang caleg. Siapapun yang mendapat kupon tersebut untuk ditukarkan sembako umumnya adalah mereka yang sudah cukup umur untuk jadi calon pemilih tetap.

Sekalipun demikian, H. Budi Purnomo, lelaki kelahiran Purworejo yang mempunyai senyum manis ini menambahkan, siapapun boleh saja memberikan sumbangan kepada masyarakat. Sepanjang itu tidak saja dilakukan pada masa kampanye, yang jelas sangat sarat dengan pamrih agar dapat dukungan suara. Alangkah baiknya itu mereka lakukan setelah masa kampanye atau kalau perlu seterusnya, karena sebenarnya rakyat memang membutuhkan itu, cuma memang harus melalui mekanisme dan sistem yang terencana dan profesional dan tidak mengakibatkan rakyat menjadi ketergantungan, demikian ungkapnya kepada dobeldobel.com.

H. Budi Purnomo, caleg Hanura yang telah tinggal di Harapan baru semenjak tahun 1987 ini, mengatakan bahwa ia lebih mempersering silaturrahmi kepada masyarakat di lingkungannya tinggal. Baik itu ada koordinasi dengan tim relawannya, maupun tanpa koordinasi. Jadi masyarakat bisa saja menghubungi dia untuk hadir baik itu untuk urusan hajatan, seperti pernikahan, khitanan ataupun arisan dan yang sejenisnya.

Ada kejadian unik saat ia mengadakan arisan di tempat salah satu keluarga dan temannya, dimana karena mengundang pedagang bakso, siomay dan mie ayam dalam satu acara arisan, ia sempat ditegur oleh pihak Panwaslu (Panwascam) karena sepertinya sedang melakukan kampanye, namun dengan tersenyum dia menjawab tidak ada kampanye pada acara tersevut, apalagi tidak ada satu atributpun yang ia bawa. Dari situ dia mulai belajar banyak untuk lebih berhati-hati dengan kegiatan acara yang dia hadiri.

Ada juga dia diundang dalam satu acara, dimana ia sempat dihubungi oleh beberapa ibu-ibu dan tanpa dia duga, dia dimintai sumbangan berupa sembako. Tentunya dia sangat sedih sekali, karena memang H. Budi tidak menyediakan, jangankan 5kg sembako, 1kg saja tidak. Karena bukan itu yang mau ia lakukan dalam sosialisasi.

Satu keberuntungan dari namanya, H. Budi Purnomo mempunyai lawan politik yang sudah lebih dahulu terkenal dan pernah menjadi anggota dewan yang serupa nama depannya. Jadi saat dia bersosialisasi ke tengah masyarakat, dia hanya menjelaskan bahwa ia datang dari partai yang berbeda. Demikian pula namanya yang di belakang, sama dengan caleg partainya, Hanura namun dari DPR RI.

(Sidik Rizal)

------------------------------------------------------
Nama Lengkap: H. Budi Purnomo

TTL: Purworejo, 24 Juni 1959

Alamat:
Jl. Apel 2 no. 6, Perum Harapan Baru 1, Kel. Kota Baru Bekasi Barat
Telp.: 021.886.3530 (Posko)

Ayah: H.R. Sastrosoewarno (alm.)
Ibu: Hj. Juwariyah

Istri: Hj. Sri Purwaning Rahayu
Anak:
1. Laras Chintya Dewi / Laras (S1-Ilmu Komunikasi)
2. Permata Dewi Andanti / Danti (SMA 12 Jakarta)
3. Azhary S. Andantha / Ary (SMP kelas 1)

Riwayat Pekerjaan:
1. Direktur Utama PT. Andalan Kita Prima Semesta, bidang usaha Kontraktor Konstruksi

Riwayat Organisasi:
1. Pengurus RW di Perumahan Harapan Baru 1
2. Pegurus/Ketua RT di Perumahan Harapan Baru 1
3. Pengurus DKM Masjid di Harapan Baru 1, Ketua Bid.III (Konstruksi, Elektri dan Mekanikal)
4. Ketua Koordinator Bekasi Barat KJS (Klub Jantung Sehat) Kota Bekasi
5. Ketua Koordinator Jambore Nasional Jantung Sehat di Purwokerto
READ MORE - H. Budi Purnomo, Caleg Hanura No. 6 DPRD Kota Bekasi, dapil Bekasi Barat & Medan Satria

Sabtu, 2009 Maret 14

H. SUPRATMAN, SE. Caleg PKPI No.1 DPR RI dapil Kota Bekasi & Depok

Kegiatan Lomba Memancing
Jadi Ajang Kampanye Efektif


Memang susah sekali "mencari dan mencuri" peluang dalam kampanye. Apalagi aturan perundang-undangan begitu ketat. Sehingga salah sedikit saja buat kegiatan, maka bisa berakibat fatal bagi pencitraan para caleg yang sedang berkampanye. Salah sedikit bisa dibilang money politic, dan urusannya sekarang bisa dipidanakan langsung oleh pihak aparat kepolisian berdasarkan laporan saksi baik itu panwaslu maupun warga biasa.

Baru baru ini, H. Supratman, SE mensponsori lomba memancing yang dilakukan oleh kaum muda di oraganisasi PKP Indonesia DPC Kota Bekasi. Sekalipun mnasih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara lomba tersbut dari segi promosi dan sosialisasi di tengah masyarakat, namun panitia telah berhasil membangun langkah awal untuk mendapat perhatian orang banyak, Sedikitnya peserta tahu bahwa masih ada caleg yang peduli untuk turun ke tengah masyarakat dan mensponsori kegiatan positif ini.

Memancing sendiri di samping sebuah kegiatan relaksasi dan menyehatkan jiwa, bisa menjadi sebuah kegiatan yang positif dan produktif. Memang Kota Bekasi bukanlah sebuah kota pantai atau kota petani. Tetapi seandainya mau dipertimbangkan oleh semua kalangan khususnya pemerintah daerah, mungkin memancing bisa dijadikan alternatif kegiatan dan program pemerintah demi membentuk pamor kota Bekasi sebagai kota wisata dan penunjang ibukota.

Boleh dong kalo kita merebut perhatian masyarakat di seluruh pulau Jawa misalnya pemerintah mau lebih serius menjadikan kota Bekasi sebagai Kota Pemancingan Air Tawar. Coba saja kalau pemerintah mau mensponsori lomba memancing seperti halnya yang dilakukan oleh H. Supratman, SE sang caleg DPR RI PKPI ini dengan idealisme, membangun citra baru Kota Bekasi yang Cerdas, Sehat dan Ihsan. Cerdas yang bagaimana? Cerdas seluruh lapisan masyarakatnya. Mulai cerdas membangun karakter warga Bekasi, yang memang selama ini kehilangan jati diri budaya daerahnya. Habis mau bagaimana lagi, saat ditanya orang, "Apa seih kebudayaan lokal Bekasi yang ada?" Bisa anda menjawabnya?

Nah bagaimana kalau kita ciptakan ikon baru tentang Kota Bekasi. Di wilayah Kota Bekasi sangat banyak area-area tanah kosong dan Rawa-rawa yang sangat potensial untuk dijadikan kolam perikanan. Terutama sekali di daerah Tambun Utara (memang iuni termasuk kabupaten Bekasi). Tapi yang saya maksudkan di sini adalah bagaimana membangun karakter budaya Bekasi pada skala keseluruhan, yakni Kabupaten dan Kota Bekasi.

memancing adalah satu kegiatan yang juga sangat akrab dengan tipe warga asli Bekasi. Duduk santai menanti umpan termakan ikan, mata mengantuk nikmat namun tetap bisa menghasilkan(artinya tetap bisa produktif). Maaf saja kalau saya katakan ini adalah tipikalnya warga asli Bekasi. Nyantai, ngantuk tapi maunya duit datang sendiri... Ya kan? Lalau kenapa nggak menggalakkan saja budaya memancing di air tawar (Awas jangan salah baca!!! Jadi memancing di air keruh).

Kalau anda setuju maka pastinya ide brilian kaum muda PKPI yang disponsori oleh H. Supratman ini bisa dilanjutkan. Tak usahlah saat kampanye saja dan tak harus dari partai p[olitik tertentu saja. Partai manapun bisa jadi sponsor. Malah kalau perlu seluruh kampanye bisa dilakukan di area pemancingan kolam air tawar ini. (Eiits... jangan curiga dan nuduh saya adalah sponsor tempat pemancingan... terus terang saja, saya bukan pemilik tempat pemancingan, juga bukan saudara atau apalah). Yang jelas, kegiatan acara ini sangat bagus buat semua orang Bekasi dan Jakarta juga serta untuk semua kalangan, baik itu yang muda atau tua, kaya atau miskin, berpendidikan atau tidak. Yang terpenting memancing adalah satu hobi tanpa batasan kelas.

Semoga saja H. Supratman mau mensponsori acara ini bukan saja saat kampanye caleg tapi di lain waktu di masa mendatang. Semoga
READ MORE - H. SUPRATMAN, SE. Caleg PKPI No.1 DPR RI dapil Kota Bekasi & Depok

Kamis, 2009 Februari 19

Drs. H. Suchud Achmadi, MM. Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat PAN No. 8 dapil Kota dan Kab. Bekasi

Bersatu Menuju Bekasi yang
Agamis
Bermartabat
Cerdas
Disiplinj/Tertib

Adalah seorang mantan Kepala Sekolah yang rela untuk memajukan pensiun dini, karena tuntutan persyaratan untuk bisa mengikuti pencalegan. PNS yang sudah lama makan asam garam dunia pendidikan ini berkeinginan untuk memperjuangkan nasib para praktisi dunia pendidikan khususnya para guru. Dengan jaringan yang dimilikinya seperti ikatan Keluarga Besar Banyumasan yang diperkuat dengan organisasi radio komunikasi antar penduduk RAPI dan organisasi sejenis, dia berkeyanikan akan mencapai persyaratan BPP dalam Pemilu 2009 mendatang.

Caleg yang resminya tahun 2009 ini jadi pensiunan Pegawai Negeri mempunyai cita-cita ingin mewujudkan Bekasi menjadi BERSAUDARA (BERsih, Sehat, Asri, Unggul, Damai, Aman, Ramah, Agamis). Dengan mengikuti platform partainya, ia berjuang untuk pembangunan infrastruktur, seperti Jalan Raya, Jembatan, Sekolah/Madrasah, Terminal, Rumah Sakit, Pasar dan Sarana Tempat Ibadah. Dibarengi dengan itu semua mantan Kepala Sekolah ini berkeinginan agar biaya Kesehatan semakin murah (terjangkau) & cepat serta terbukanya kesempatan lapangan kerja dengan peningkatan kualitas tenaga kerja yang bermartabat. Demikian pungkasnya menutupi wawancara kami.

PENGALAMAN KERJA & ORGANISASI:
1. Guru MTs. Negeri Bekasi
2. Pengawas Pendidikan Agama Islam:
--- Kec. Pebayuran, Kab. Bekasi
--- Kec. Tambun, Kab. Bekasi
--- Kec. Cikarang, Kab. Bekasi
--- Kec. Rawa Lumbu, Kota Bekasi
--- Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi
--- Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi
3. Pendiri Yayasan Al-Muhajirin Perum 3 Bekasi Timur
-- Kepala Sekolah SMP Al-Muhajirin, Perumnas 3 - Bekasi Timur
-- Kepala Sekolah SMA Al-Muhajirin Perumnas 3 Bekasi
4. Ketua RW XX Duren Jaya
- LKMD Kelurahan Duren Jaya Bekasi Timur
5. Ketua Umum KKB (Kerukunan Keluarga Banyumasan) Kota & Kab. Bekasi
6. RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Wil.11 Bekas, JZ.10.LCP
7. POKDAR KANTIBMAS Sektor Bekasi Timur
-- SISPANDU Kota Bekasi
8. Pendiri Klub Jantung Sehat (Senam Jantung) Kota & Kab. Bekasi
9. Pendiri Yayasan Al-Hidayah Perumnas 3
10. Pendiri Yayasan Al-Huda Perumnas 3
11. Pendiri SMP Al-Wathoniyah & SMK Tirta Kencxana Kota Bekasi

Latar Belakang Pendidikan:
1. Universitas Indonesia, Semester Akhir
2. ..... (dilanjutkan nanti)
READ MORE - Drs. H. Suchud Achmadi, MM. Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat PAN No. 8 dapil Kota dan Kab. Bekasi

Senin, 2009 Februari 02

Indra J. Piliang terpilih sebagai juru debat Partai Golkar

Indra J. Piliang terpilih sebagai juru debat Partai Golkar oleh Tim Kajian Strategis dan Pencitraan Bappilu Partai Golkar.
Pemantapan Tim Debat Nasional digelar di Novotel Bogor, sejak Sabtu hingga Minggu ini. Acara dibuka oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla.
Pemantapan ini digelar meliputi Effective Public Speaking, Persiapan Talk Show Televisi dan Simulasi Debat.
Juru debat ini sudah terseleksi hanya berjumlah 65 secara pusat, salah satunya Indra J. Piliang. Berpatokan dari sepak terjangnya sebagai akademisi dan pengamat politik dari Universitas Indonesia, Calon Anggota Legislatif Dapil 2 dari Partai Golkar ini amat layak.

“Ya. Mungkin dilihat dari latar belakang. Semangat menghadapi Pemilu, Partai Golkar memang menuju kematangan politik,” ungkap putra Padangpariaman Sumatera Barat ini via selulernya.
Bolak balik Padang-Jakarta kini menjadi bagian dari kegiatan peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini. Bahkan berita terakhir ikut berburu babi, pemangsa petani di kampung halamannya.
“Sembari olahraga dan memberi spirit kepada masyarakat pemilih,” tuturnya singkat. [abdullah khusairi]
READ MORE - Indra J. Piliang terpilih sebagai juru debat Partai Golkar

Caleg Meninggal, Suara Sah Menjadi Perolehan Parpol

KALIANDA – Calon anggota legislatif (caleg) yang meninggal dunia setelah ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT) dalam pemilu legislatif 2009 ini, namanya tidak akan dicoret oleh KPU. Jika tidak ada laporan dari parpol yang bersangkutan, maka ketika namanya dicontreng dalam pemilihan, maka suara tersebut menjadi suara sah perolehan parpol yang mengusungnya.

Demikian dijelaskan Anggota KPUD Lamsel Dra. Erlina saat dikonfirmasi Radar Lamsel Selasa (20/1).

Ia menegaskan, dalam hal ini pihak KPUD Lamsel sudah memberikan imbauan kepada parpol-parpol agar melakukan validasi pada tanggal 19 Januari 2009 lalu, tentang caleg yang masuk PNS dan bagi caleg yang meninggal. “Kita sudah imbau kepada kepada masing-masing parpol agar melakukan validasi mengenai caleg yang masuk PNS dan meninggal dunia setelah masuk DCT,” ujarnya.

Namun, diketahui hingga saat ini laporan belum masuk kepada KPUD setempat terkait hal tersebut. “Sejauh ini, belum ada laporan dari parpol mengenai laporan adanya caleg (DCT-Red) yang masuk PNS dan meninggal,” tukas Erlina.

Meski, nantinya terdapat laporan dari parpol terkait hal itu, pihak KPUD Lamsel akan langsung mencoret caleg dari DCT, sehingga saat pemilihan digelar tidak dicontreng oleh pemilih yang belum mengetahui kejadian itu. “Kita akan coret dari DCT ,” tukasnya. (Hendar Cahyadi)

READ MORE - Caleg Meninggal, Suara Sah Menjadi Perolehan Parpol